www.tulungagungNews.com
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di tingkat kabupaten pemerintah Tulungagung, berrefleksi dari Plt Bupati Ahmad Baharudin SM,MM akan fokus ke pada 5 hal ini:
*1. Pancasila sebagai pemersatu di tengah perbedaan*
Tulungagung punya keragaman suku, agama, profesi. Refleksi biasanya menekankan sila ke-3 “Persatuan Indonesia” untuk jaga kerukunan, terutama di tahun politik yang tidak stabil
*2. Implementasi Pancasila dalam pelayanan publik*
Sebagai Plt Bupati, Ahmad Baharudin biasanya mengingatkan ASN Tulungagung agar kerja melayani rakyat sesuai sila ke-5 “Keadilan Sosial” — birokrasi yang cepat, adil, dan merata sampai ke seluruh pelosok desa yang ada di Tulungagung
*3. Tantangan zaman digital*
Refleksi Pancasila sekarang sering nyambung ke hoaks, intoleransi medsos, dan kesenjangan. Bupati biasanya ajak warga Tulungagung pakai Pancasila sebagai filter dalam bermedsos dan berdemokrasi yang baik
*4. Pancasila dan UMKM Tulungagung*
Sila ke-5 juga nyambung ke ekonomi. Tulungagung kuat di marmer, batik, dan UMKM. Refleksi Pancasila berarti dorong pemerataan ekonomi: pelaku usaha kecil juga dapat akses modal, pelatihan, pasar modal
*5. Gotong royong nyata, bukan slogan*
Pancasila hidup kalau warga masih mau kerja bakti, bantu korban bencana, jaga fasilitas umum. Ini sila ke-3 + ke-5 yang paling gampang dirasakan langsung oleh warga masyarakat Tulungagung,
Makna renungan di Hari Lahir Pancasila di bumi Tulungagung kali ini lanjutan poin yang biasanya terus disorot oleh Plt Bupat Tulungagung.
*Penutup yang sering dipakai pejabat daerah:*
“Pancasila bukan hafalan, tapi kerja. Kalau Tulungagung mau maju, kita mulai dari diri sendiri: jujur, adil, dan peduli sesama hingga membudaya.”
Di Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 diperingati bukan untuk seremoni saja, akan tetapi kita wajib buat bertanya ulang: “Sudah sejauh mana kita hidupkan sila-sila ini di kehidupan nyata sehari- hari di bumi Tulungagung ?”..
( Ucap Plt.Bupati Ahmad Baharudin).
Redaksi_ tag.News.com